Visi Keilmuwan Prodi S2 Pendidikan IPA

Oleh: Nurhadi Prayogo Sabia . 20 Juli 2026 . 14:41:05

Visi Keilmuwan Prodi S2 Pendidikan IPA “Visi Keilmuan:"Mengkaji dan mengembangkan Ilmu Pendidikan IPA melalui pendekatan multidisiplin berbasis konstruktivisme, kearifan lokal, dan inovasi pembelajaran."

Defenisi:1.    Mengkaji Ilmu Pendidikan IPA

Program studi mengkaji berbagai teori, konsep, model, dan praktik pendidikan IPA untuk menghasilkan pemahaman yang mendalam tentang proses pembelajaran IPA yang efektif dan relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Contoh:

a.    Mengkaji      efektivitas     model      pembelajaran       berbasis                            proyek              dalam meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa.

b.    Meneliti miskonsepsi siswa pada konsep perubahan iklim atau sistem pernapasan manusia.

c.    Menganalisis implementasi Kurikulum Merdeka dalam pembelajaran IPA di sekolah.

2.    Mengembangkan Ilmu Pendidikan IPAProgram studi mengembangkan ilmu Pendidikan IPA melalui penelitian, pengembangan model pembelajaran, bahan ajar, media pembelajaran, dan asesmen yang inovatif.

Contoh:

a.      Mengembangkan modul IPA berbasis STEM untuk siswa SMP.

b.      Menghasilkan media pembelajaran digital berbasis Augmented Reality (AR) pada materi tata surya.

c.      Mengembangkan instrumen asesmen literasi sains berbasis konteks lokal.

3.    Pendekatan MultidisiplinPengembangan Pendidikan IPA dilakukan dengan mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu seperti fisika, kimia, biologi, pendidikan, teknologi, lingkungan, sosial, dan budaya untuk menghasilkan solusi pembelajaran yang komprehensif.

Contoh:

a.      Kajian pencemaran lingkungan yang mengintegrasikan konsep biologi, kimia, dan ilmu lingkungan.

b.      Pengembangan pembelajaran energi terbarukan yang memadukan fisika, teknologi, dan pendidikan.

c.      Penelitian perilaku masyarakat terhadap pengelolaan sampah dengan menggabungkan perspektif IPA dan ilmu sosial.

4.    Berbasis KonstruktivismeProgram studi menjadikan konstruktivisme sebagai landasan dalam mengembangkan pembelajaran yang mendorong peserta didik membangun pengetahuan melalui pengalaman dan interaksi dengan lingkungannya.

Contoh:

a.      Siswa melakukan eksperimen sederhana untuk menemukan sendiri konsep gaya dan gerak.

b.      Pembelajaran berbasis inkuiri pada materi ekosistem melalui pengamatan langsung di lingkungan sekitar sekolah.

c.      Pembelajaran berbasis masalah (Problem Based Learning) tentang isu pencemaran lingkungan.

5.    Berbasis Kearifan LokalProgram studi mengintegrasikan nilai, budaya, dan potensi lokal sebagai sumber belajar dalam Pendidikan IPA sehingga pembelajaran menjadi lebih kontekstual dan bermakna.

Contoh:

a.      Mengkaji pemanfaatan tanaman obat tradisional Gorontalo sebagai sumber belajar biologi.

b.      Mengembangkan bahan ajar IPA berbasis ekosistem Danau Limboto.

c.      Mengintegrasikan pengetahuan masyarakat lokal tentang cuaca dan musim dalam pembelajaran kebumian.

 

6.    Berorientasi pada Inovasi PembelajaranProgram studi menghasilkan berbagai inovasi dalam pembelajaran IPA yang memanfaatkan teknologi dan hasil penelitian untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

Contoh:

a.    Pengembangan virtual laboratory untuk praktikum IPA.

b.   Penggunaan Artificial Intelligence (AI) sebagai pendukung pembelajaran IPA.

c.    Pengembangan e-modul interaktif berbasis literasi sains dan numerasi.

Penerapan pembelajaran berbasis game edukasi pada materi IPA terpadu

Agenda